Tak terasa sudah satu setengah tahun lebih saya meninggalkan rumah. Meninggalkan segala fasilitas dan ketergantungan. Saat itu saya berada pada posisi paling terpuruk. Dikhianati rekan bisnis hingga rugi lumayan banyak, beberapa poyek gagal dan harus membayar beberapa kerugian. Masih ditambah beberapa fitnah yang menerjang, hingga akhirnya saya memilih menyingkir. Kontrak rumah sederhana dan berbekal uang 2 juta ditangan.
Mengawali hidup benar-benar sendiri memang berat, hanya berpijak pada 2 kaki. Tiap malam menatap eternit, angan-angan jauh menembus dunia khayalan. Ah, kadang tetap gundah… “Besok saya makan apa?!!” Terkadang malam berjalan begitu panjang karena mata tak kunjung terpejam…
Belum ketika hujan dan angin menerpa. Genteng-genteng bocor dan rembesan air yang masuk menghiasi malam pertama di kontrakan. Sungguh indah ketika mengenangnya…
Berbekal relasi bisnis sebelumnya saya mencoba bertahan. Mengangkat 1 orang pegawai, membeli mesin produksi, mencoba apa yang saya bisa. Mencoba peruntungan di bidang kecantikan tradisional. Masih sangat jelas di ingatan, Read more »