When the story begin

Setelah beberapa kali ganti nama dan template, akhirnya blog ini terisi postingan perdana. Yap, tak dipungkiri, memulai blogging paling sulit adalah memilih nama, kemudian theme, setelah itu disibukkan widget yang hendak dipasang. Arrgghhh…lebih mudah membuat sebuah website yang telah terkonsep. (*ternyata menyenangkan juga aktivits blogging ^^)

OK, pertama. Mengapa “kiaracondong2012“?

Yap, benar. Itu nama salah satu stasiun di Bandung. Entah mengapa merasa “deg” dengan nama itu. Hanya karena salah satu pesan teman di Black Berry Messenger, “Eh, aku turunnya dimana?“. “Stasiun Kiara Condong...” Wow manis sekali nama itu, padahal sudah berapa stasiun sendiri aku jelajahi dari ujung timur hingga ujung barat pulau Jawa ini, namun hanya kiara condong yang berkesan di hati…cie…  Dan mengapa 2012? Yaps, benar. Perjalanan itu aku lakukan di tahun 2012. Dan pertama kali aku menginjakkan kaki di Bandung sendiri. Berteman google map di android yang membantu perjalanan kesana kemari.

Kenapa tiba-tiba ingin menulis?

Ini yang menarik kawan. Selama ini aku senang menjelajah luar kota. Bahkan luar pulau. Kalau luar negeri InsyaAlloh di akhir tahun nanti. Menjadi pembicara di universitas-universitas atau sekadar bertemu kolega luar kota menjadi rutinitas. Dan tau kah kawan? Aku minim sekali mendokumentasikannya. Padahal banyak yang bisa aku sharing kan, berbagi pengalaman…

Aku tersadar ketika kereta Lodaya yang mengular menuju kiaracondong melewati perbukitan kota Garut. Subhanalloh….indahnya… Merefleksikan perjalanan hidupku, kadang bagus, kadang buram…dan akan indah jika diceritakan.

Kadungora, Garut

Melihat foto di atas indah bukan kawan? Foto ini aku abadikan dari gerbong 3 kereta Lodaya dengan kamera Samsung Galaxy S2, sedikit retouch dengan aplikasi Pixlr-o-matic yang saat itu juga aku upload ke Facebook.

Yah, bernagi cerita dan pengalaman itu indah. So, aku bertekat untuk berbagi pengalaman disini, di blog ini… Selamat membaca ^^

Advertisements

One thought on “When the story begin

  1. Pingback: Alloh mengikuti prasangka hambanya « Counting Down

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s