Sedekah berbuah tanah

Rezeki dari Alloh terkadang tak dapat kita sangka. Bukan begitu kawan? Banyak yang bilang kalau mau kaya perbanyaklah sedekah. Teorinya juga udah banyak, tinggal ketik keyword “sedekah” di google pasti akan banyak bermunculan. Bisa pula lihat di blognya M.Arief Budiman owner Petakumpet atau blognya Saptuari owner Kedai Digital, semuanya juga bercerita tentang sedekah dibalik kesuksesan mereka. OK, bagaimana dengan owner Cendani SPA?

Rumah Kayu

Rumah Kayu Mini

Bagi mayoritas orang jawa, memiliki tanah dan rumah sendiri adalah mahkota dari seorang lelaki. Begitu pula bagi aku pribadi, lelaki harus mandiri (kalo lebih extreme dan provokatif, jangan ngaku lelaki kalo belom bisa beli tanah bangun rumah). Hahaha…berat juga yah jadi laki-laki di Jawa. Tapi tenang, prinsip itu hanya bagi aku sendiri kok… Intinya, aku pingin bisa beli tanah bangun rumah sendiri. Bukan warisan atau dibelikan orang tua ^^

Tapi apa ya mungkin? Saat itu omzetku belum bagus. Uang dari hasil usaha lebih banyak aku investasikan untuk mesin atau untuk tambahan modal. Usaha juga belum genap satu tahun, berapa si keuntungannya. Sementara untuk beli tanah tentu bakal memakan biaya ratusan juta.

Yah, siapa sangka. Alloh mengikuti prasangka hamba-Nya. Pernah suatu saat melewati lokasi yang sangat aku sukai, dalam hati bergumam, seandainya tanah ini dijual dan aku ada rezeki. Yah saat itu masih “seandainya“. Karena aku yakin tanah itu tidak dijual. Tapi Alloh berkehendak lain, sertifikat tanah itu kini telah berbalik nama menjadi namaku. Ya, namaku! dan Diatasnya berdiri kokoh Rumah Kayu Mini tempat favoritku melepas penat dan lelah. Lalu bagaimana ceritanya?

***

Saat itu aku masih aktif di sebuah yayasan yang concern terhadap pendidikan di Indonesia. Atau lebih tepatnya menyalurkan beasiswa untuk anak-anak berprestasi yang kurang beruntung dalam hal finansial. Kebetulan isinya teman-teman sewaktu SMA yang tergerak untuk sosial dan aku diminta menjadi manager sebuah Education Center, semacam tempat pelatihan agar siswa-siswa memiliki keterampilan lebih diluar bidang akademik seperti kewirausahaan. Tapi sempat terhambat juga karena keterbatasan media dan permodalan. Akhirnya uang pribadipun keluar, inisiatif untuk membelikan showcase untuk latihan jualan minuman.

showcase plytron

Showcase

Beberapa hari kemudian pemilik tanah yang aku incar itu datang kerumah. Menawarkan tanahnya yang hendak dijual. Wow…serasa tidak percaya. Ditambah lagi saat itu sedang tidak pegang uang. Tapi si ibu pemilik tanah tetep ngotot “Mas, tanah itu saya pengennya yang beli sampeyan“. Si ibu pun menawarkan beberapa tahapan untuk mencicil pelunasan. Yang penting uang sejumlah kebutuhannya tercukupi terlebih dahulu. “Tenang mas, besok lunasinnya kalo sertifikatnya sudah jadi“.

Alhamdullilah akhirnya aku bisa membeli tanah, sertifikat pun segera aku urus di notaris untuk proses balik nama. Selang sebulan kemudian berbagai kemudahan terjadi. Pertama, ada teman pengusaha kayu yang menawarkan rumah kayu jati lawasannya dengan harga yang murah. Kedua, Alhamdulillah diberi kelancaran rejeki sehingga dalam waktu enam bulan tanah bisa lunas. Dan kini aku telah memiliki tanah plus rumah(*meski masih rumah kayu mini). ^^

Yang jelas ini semua bukan untuk sombong ataupun riya’ kawan. Sekadar memotivasi kawan-kawan untuk rajin sedekah. Next posting InsyaAlloh akan banyak bahas juga keajaiban-keajaiban dibalik sedekah yang aku alami sendiri maupun menjadi kisah di balik kesuksesan sahabat-sahabat. OK. Selamat bersedekah dan happy blogging ^^

Advertisements

3 thoughts on “Sedekah berbuah tanah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s