Bekerja dari rumah, why not?

Mungkin judul di atas cukup provokatif. Namun cukup gerah juga mendengar keluhan beberapa teman yang bekerja konvensional. Bekerja di bawah tekanan, terikat waktu dan ruang. Apalagi jika mereka sudah mengeluh soal “gaji”, wah…ceritanya bisa kemana-mana. Dari atasannya yang galak, pelit, perfeksionis, atau apalah…intinya membuat tidak nyaman untuk bekerja.

Lain cerita dengan yang sudah berkeluarga. Si suami di Jakarta, si istri di Jogja. Wah ribet, tapi masing-masing “kudu” berpisah dengan alasan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ada lagi yang kemudian di karuniai anak, “si kecil” terpaksa dititipkan neneknya. Itu masi mending, kalo si kecil sampai dibesarkan oleh “rewang“-nya gimana coba? Saat-saat keemasan anak atau golden time hampir dipastikan akan terlewatkan. Semua karena alasan klise “harus bekerja” atau jika dengan alasan lebih panjang “kantor hanya memberi cuti sebentar“. Yah….kasihan si anak donk.

Mengapa tidak bekerja dari rumah?

Bekerja dengan santai di rumah

Saat menulis blog ini pun saya sedang bekerja dari rumah. Santai di rumah kayu, dengan gemericik air di kolam, sesekali memandang ikan dan hijaunya taman. Sangat nyaman kawan. Menciptakan tempat kerja sendiri yang kondusif untuk mendongkrak kinerja kita.

Yang menjadi pertanyaan, apakah bisa kita bekerja dari rumah? Jawaban saya jelas, bisa! Sekarang kan jaman teknologi, asal ada sinyal internet bisa dijadikan tempat untuk bekerja. Perangkat portable seperti laptop, tablet, maupun smartphone pun sekarang sudah banyak tersedia dengan harga yang terjangkau. Sukur-sukur jika rumah sudah terkoneksi dengan jaringan wireless dengan memanfaatkan router. Wah setiap spot rumah bisa dijadikan tempat bekerja.

Memang pekerjaan apa saja sih yang bisa dilakukan dari rumah? Banyak. Bahkan tidak hanya bekerja dirumah, tapi sekaligus memantau dan ikut membesarkan anak. Contohnya adalah temen saya dari LiveWIRE yaitu Elgia Melissa Kirana owner dari Hanaroo Babywrap. Meski bekerja di rumah, Elgia mampu memasarkan produknya hingga penjuru nusantara. Bekerja dapet, membesarkan anak dapet, dan memiliki waktu yang berkualitas untuk keluarga. Cukup menarik bukan? Salah satu aksi Hanaroo bisa disaksikan divideo berikut ini :

Kalo tidak punya bakat wirausaha gimana?

Masih banyak kok sumber-sumber penghasilan yang bisa dikeruk dari rumah. Jika jago desain bisa jual jasa desain atau mengikuti kompetisi desain, jika jago nulis bisa jualan tulisannya, membuat artikel atau me-review artikel. Atau blogging pun jika diseriusi bisa menghasilkan uang juga melalui program affiliasi. Banyak kok macamnya. Next post saya tulis satu persatu beberapa pekerjaan yang bisa di handle dari rumah. Selamat berkarya ^^

Advertisements

5 thoughts on “Bekerja dari rumah, why not?

  1. Pingback: Masih tertarik menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja? « Counting Down

  2. Mambay

    mantap mas tulisan’a, aku jg skrang sdang brusaha mrintis usaha dr rumah. dn alhamdulillah sudh brjalan. wlaupun hasil’a blm sbrapa dibanding master2 netpreneur yang lain’a. tp alhamdulillah sudh bisa mmbantu kbutuhan shari-hari.
    sukses trus mas, 🙂

    Reply
  3. Pingback: Ubah sukses menjadi terukur « Counting Down

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s