Apakah sudah cukup bahagia dengan hidup (dan karir) Anda?

Berada di penghujung pergantian usia terkadang membuat saya mem-flashback perjalanan kehidupan yang telah ada. Sejak saya lahir, masa kanak-kanak, remaja, hingga bisa dikatakan dewasa. Terkadang larut dalam tawa dengan rentetan keberhasilan, terkadang terpuruk ketika kegagalan menghadang. Namun itulah hidup, adakalanya berada di atas, lain kesempatan berada dibawah seiring roda pergerakan untuk selalu tumbuh dan berproses menjadi “manusia“. Satu pertanyaan yang sedikit menggelitik, “apakah saya sudah cukup bahagia?”

Suatu pertanyaan yang cukup wajar. Dan saya yakin pertanyaan ini juga sering hinggap di benak setiap orang, entah itu dalam hal kehidupan atau justru termasuk karir. Coba untuk sejenak ambil nafas dalam-dalam, kemudian hembuskan nafas perlahan. Anggap tulisan ini sebagai cerminan kehidupan Anda. Bayangkanlah kehidupan Anda dalam lima tahun kedepan…

Apakah yang tampak adalah Anda sebagai pengusaha sukses, dengan omzet miliaran rupiah, mansion mewah dan disegani setiap bawahan? Atau justru Anda sebagai manager perusahaan, dengan setelan jas rapi lengkap dengan mobil SUV mewah? Atau justru sebagai sosok yang sederhana sebagai guru mengaji di surau kecil di tanah kelahiran Anda? Melepas segala ambisi duniawi dan materi, mencari ketenangan dan kedamaian dengan segala kebersahajaan?

Saya tidak tahu mana yang menjadi cerminan Anda. Masing-masing pribadi akan berbeda, namun satu hal yang pasti, jalani dengan segenap “passion“. Rengkuh kehidupan yang sesuai dengan jiwa Anda. Hidup terlalu pendek untuk dilalui  jika kita menjalaninya dengan melakukan suatu pekerjaan yang bullshit atau justru menjadi beban. Pekerjaan yang enggan membuat Anda bangun pagi-pagi dan berharap setiap hari adalah akhir pekan. Pekerjaan yang akhirnya memperpanjang portofolio “resign” dalam karir kerja Anda.

Senyum bahagia dua pengusaha muda

Do what you like and love what you do“, nasihat yang selalu terngiang dari salah satu senior saya. Apapun itu, jika dilakukan dengan sepenuh hati, hasilnya akan membuat kita bahagia. Bukan karena keterpaksaan dan dibawah tekanan. Menjadi pengusaha tidak salah jika itu sesuai dengan panggilan jiwa, menjadi karyawan tidak salah ketika itu memang pilihan hati, atau menanggalkan segala ambisi dunia dan mendekatkan diri pada Illahi pun menjadi pilihan bijak untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.

Pada akhirnya kita harus memilih, kehidupan seperti apa yang hendak kita jalani. Bagi saya pribadi, passion saya adalah dengan menjadi diri sendiri, sebagai seorang pengusaha muda. Ada kebahagiaan tersendiri ketika bisa “memberi“, merasakan nikmatnya setiap awal bulan, menyaksikan senyum cerah karyawan yang barusan menerima gaji. Ada kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan diukur dengan materi.

Wellcome to my 27th. Semoga menjadi usia yang barokah, limpahan ilmu dan rezeki untuk senantiasa berbagi… ^^

Advertisements

7 thoughts on “Apakah sudah cukup bahagia dengan hidup (dan karir) Anda?

  1. amitokugawa

    maaf telat mas, selamat ulang tahun ya, semoga dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT, sehat dan sukses selalu 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s