Badan juga ada batasnya

Terkadang kita terlalu bangga ketika bekerja lembur, entah itu bagi pekerja kantoran maupun entrepreneur seperti saya. Bagi yang kantoran “lembur” dianggap sebagai bukti “loyalitas” terhadap institusi dimana dia bekerja, sedangkan bagi entrepreneur dianggap sebagai bukti kesuksesan karena order yang menumpuk.

Badan juga ada batasnya

Taukah kawan? Lembur sebenarnya menunjukkan betapa kita kurang bijak terhadap menejemen waktu. Badan yang seharusnya istirahat biasa “dipaksa” untuk tetap bekerja, entah dengan cara yang sedikit ringan seperti minum kopi atau sedikit extreme dengan minuman berenergi.

Ada sedikit joke yang menurut saya cukup menggelitik. Masa muda adalah saat yang tepat untuk mendulang kekayaan dengan bekerja keras, sedangkan masa tua adalah saatnya untuk menghabiskan kekayaan untuk pengobatan. Lah..kalo gitu kapan senangnya kawan?!

Tak bisa dipungkiri, saat ini bisa kita lihat banyak kasus dimana saat-saat senja dimana seharusnya menikmati hasil jerih payah ketika muda, namun waktunya justru banyak dihabiskan untuk pengobatan atau menjalani terapi di rumah sakit. Alhasil manisnya gula pun tak dapat dicicipi karena diabetes,  gurih dan enaknya daging tak dapat dinikmati karena kolesterol, bahkan makanan sedikit asin pun tak dapat dikonsumsi karena menderita darah tinggi.

Dari segi sosial pun “lembur” akan memberikan efek yang kurang baik. Tak dapat dipungkiri, “lembur” membuat waktu kita sangat sedikit untuk besosialisasi. Jangankan untuk bersosialisasi dengan masyarakat, waktu untuk keluarga pun hampir tak ada. Semua berkedok “lembur kan demi keluarga juga, mau cukup dari mana kalo gag lembur“. Berangkat pagi-pagi pulang hingga larut malam, nah…kapan waktu buat keluarga. Paling banter pulang hanya cukup untuk mandi, makan, dan nonton TV sebentar. Bukan begitu kawan?

Mumpung masih muda mari sedikit bijak dengan tubuh kita. Badan juga ada batasnya, butuh istirahat. Ga lucu juga kan kalo kita kaya raya tapi “kaya” akan penyakit juga. Lelah atau capek adalah wajar, sebagai rem atau tanda bahwa tubuh butuh istirahat, bukan malah di dongkrak dengan minuman “rosa-rosa” atau sejenisnya. Bijak dengan waktu, usahakan sedemikian rupa pekerjaan tidak terlalu menumpuk disaat kita seharusnya istirahat. Tapi ini bukan alasan untuk menjadi pemalas, “malas” dan “bijak terhadap waktu” adalah hal yang berbeda.

Bagi yang pekerja kantoran, mungkin akan sedikit lebih mudah karena ada jadual kerja yang jelas. Usahakan maksimal kita bekerja 8 jam sehari. Bagi entrepreneur seperti saya, bisa dimulai dari hal-hal yang kecil. Misal tertib mematikan smartphone setiap jam 9 malam atu bisa menggunakan autoshutdown dan baru menyala di pagi harinya. Bedakan alat komunikasi untuk bisnis dengan alat komunikasi untuk pribadi / keluarga. Tanamkan pengertian kepada kolega jika ada waktu khusus untuk menghubungi hanya di jam kerja. InsyaAlloh rezeki tak akan kemana.

Selamat beraktivitas kawan ^^

Advertisements

7 thoughts on “Badan juga ada batasnya

  1. rosaadelina

    buat aku yang sudah punya suami dan anak, lembur is a big no no! selain karena lembur gak ada uang tambahannya, ternyata ritme kerjaku memang sedikit lebih cepat dari orang lain jadi tak maulah saya lembur,hohoho.. Apalagi kalo anak merasa kehilangan perhatian orang tua,wah,rasanya gimana gitu (ini kejadian sama aku pas aku dinas padahal anakku belum lagi setahun waktu itu). Jadi, setuju,mas! Bijaklah terhadap waktu, kerja keras dengan cerdas, dan insya Allah rejeki gak akan kemana 🙂 salam sukses selalu,mas…
    btw, latarnya ganti dong, agak susah baca tulisannya ^^v

    Reply
    1. kiaracondong2012 Post author

      Wow Rosa…suka tuh quote prioritas ke anak ^^ Hm soal latar coba ntar diutak atik. Rada sempit sih soalnya aku pake 3 kolom ^^ Blognya masih aktif? Kalo iya aku masukin link-nya ^^

      Reply
  2. Pingback: Berfikir disertai pemahaman hati « Counting Down

  3. Pingback: Perhaps one of the best anti-smoking ads ever created « Counting Down

  4. Pingback: Defrag kehidupan Anda « Counting Down

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s