Berfikir disertai pemahaman hati

Beberapa malam hanya terbaring di kamar sungguh tidak menyenangkan. Teguran dari Sang Kholiq untuk lebih introspeksi diri. Berani menulis artikel “badan juga ada batasnya” tapi masih memaksakan diri dengan segudang aktifitas siang maupun malam hari. Pelatihan baby spa, target launching produk baru, dan segudang aktivitas yang cukup menyita waktu. Yah…jika orang Jawa bilang saya ini termasuk “Jarkoni“, iso ngujar ora iso nglakoni (dapat menasehati tetapi tidak dapat menjalaninya untuk diri sendiri).

Diskusi di warung Bu Ageng

Teringat beberapa malam sebelumnya diskusi santai dengan senior HIPMI Yogyakarta di warung Bu Ageng, Tirtodipuran. “Orang itu suka melanggar akalnya jika belum mengalami. Misal ngebut, kalo belum pernah kecelakaan pasti tetap ajah dijalani. Meski tahu ngebut itu berbahaya. Sama ajah dengan yang merokok, kalo belum kena penyakit paru-paru tetap saja dijalani, meski tahu merokok itu tidak bagus. Itulah bedanya berfikir menggunakan otak dan dan berfikir disertai pemahaman hati… Orang yang pernah mengalami akan cenderung lebih berhati-hati

Yah, cukup logis kawan. Saya yakin kita banyak mengalami. Mengetahui sesuatu memiliki efek buruk tapi tetap saja dijalani, segudang alasan menjadi senjata pembelaan diri. “Ah ndak papa banyak makan yang berlemak-lemak, kan masih muda, butuh kolesterol juga….” Eh saat mulai merasakan keluhan nyeri di dada kiri baru tersadar bahwa makan pun harus bijak dan berhati-hati. Begitu pula dengan saya, over working itu tidak bagus, tapi tetap saya jalani, baru terasa ketika badan tidak lagi fit dan demam menghampiri.

Yang patut menjadi catatan, apakah kita harus “mengalami” terlebih dahulu untuk bertindak lebih bijak dan hati-hati?!

Selamat berakhir pekan kawan. Jaga terus kesehatan ^^

Advertisements

2 thoughts on “Berfikir disertai pemahaman hati

  1. NakInaak (@NakInaak)

    wahaha.. bener banget i maas.. ampuun ampuuun,, tertohok inaak ^^ xixixi.. kalo menjawab pertanyaan mas di akhir paragraf sih, lebih baik belajar dari pengalaman orang lain sajaaa,, wahaha,, 😛

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s