Relasi itu juga modal utama!

Bersama kawan pengusaha & owner Warung Hillman

Teringat weekend lalu menjadi pembicara seminar kewirausahaan yang diadakan PSDM BEM KM FA Universitas Gadjah Mada (udah disingkat tetep ajah panjang namanya -.-“). Yap, untuk kesekian kalinya kembali ke kampus tercinta, berbagi ilmu dan sharing pengalaman. Tapi untuk kesekian kalinya tetep ajah saya dibuat geleng-geleng kepala. Apa pasal?

Beberapa kali saya tekankan, di kampus itu jangan hanya belajar teori saja, ke perpusatakaan saja, atau habis untuk bercanda di laboratorium bersama hewan uji (tikus dan kelinci) atau zat-zat kimia saja. Eh kok ya masih ga terima kalo dibilang “kuper“. “Mas, saya juga aktif di organisasi…” lhaa…pembelaan malahan yang keluar. Giliran saya tanya, ada yang aktif di Gedung Pusat (rektorat)? Pada celingukan semua. Ada yang aktif di BEM Universitas? Masih saja terdiam semua. Kalo gitu jangan marah kalo saya bilang jagoan kandang. Di kampus itu sudah banyak orang pinter, orang dengan IPK 3 koma sekian-sekian, bahkan yang pol mentok IPK 4 juga ada. Kalo hanya andalin IPK apa bedanya dengan yang lain? Eh gitu kok ya tetap ga sadar…

Gantian saya bercerita jaman mahasiswa, asisten dosen, garap proyek, magang gedung pusat, jualan alat lab, bahkan proyek pengadaan kandang hewan uji sampe setikus-tikusnya pun saya lakukan bersama seorang kawan. Kalo ada borongan seminar ya ikut pengadaan seminar kit, dari desain, cetak poster, sampai jadi panitia pelaksanaan. Ujung-ujungnya si ga ikut seminar, tapi memilih tiduran di kursi sebelah ruang karena kecapean (yang penting kan dapat kenalan banyak dan segepok uang^^). Saat komputer dosen (saat itu laptop masih langka) bermasalah pun dengan pelayanan memuaskan kami siap menjadi tukang service dadakan. Hasilnya apa? Branding diri, dosen lebih mengenal saya dan teman saya dengan segenap kelebihannya. Saat mereka butuh bantuan, nama kami berdua yang muncul di memori meraka. Sehingga sangat mudah ketika pada akhirnya teman saya bergabung menjadi dosen di almamater tercinta dan saya sendiri meski seorang pengusaha tapi diminta untuk menjadi pengajar di salah satu universitas swasta terkemuka di Yogyakarta.

Udah gitu saat seminar selesai masih saja ada yang ngeyel. “Mas, semua itu kan di pertengahan tahun 2000-an, sekarang dah 2012 ya. Tentunya berbedapercetakan dah banyak, service komputer dah banyak…” Lha…malah balik saya tantang, “Ya sudah, saat ini kita saingan peluang bisnis di kampus kita tercinta dan saya memposisikan sebagai mahasiswa“. Senyum mengembang di bibir si mahasiswa, sudah berasa menang kali ya? Eh kok “ndilalahpartner saya sekaligus si dosen tadi datang menengok seminar. “Mas Pak Rifqi ini kemaren kebingungan whatsapp saya susah sekali cari mahasiswa untuk dijadikan panitia pameran di kampus“. Eh lha kok si mahasiswa tetap diam saja. Wo lha pantes, ada peluang tapi tidak bisa memanfaatkan. Saya bilang, “Mas harusnya sampeyan memperkenalkan diri ke Pak Rifqi. Ada berapa proyek sendiri itu yang bisa diambil dari jadi panitia. Dari desain, cetak, hingga mengenal pengusaha-pengusaha peserta pameran. Jadi orang itu harus pinter-pinter membangun relasi. Itu juga modal utama. Kalo sampeyan tidak memperkenalkan diri, mana mungkin Pak Rifqi tahu kemampuan sampeyan?” Si mahasiswa hanya nyengir.

Ketua HIPMI BPC Bantul @WarulHillman

Saya sendiri sangat getol untuk membangun relasi. Dari ikut beberapa komunitas hingga ikut organisasi. Semua berawal dari kecil-kecil hingga naik kelas kakap. Bergabung dengan Hoshizora Foundation saat membangun education center mempertemukan saya dengan ketua HIPMI BPC Bantul yang mengajak saya bergabung Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, sebuah kendaraan yang memebrikan saya nilai tawar di kancah Kabupaten Bantul. Mengenal Bupati beserta jajarannya secara personal yang tentunya akan susah bagi orang “biasa”. Kemudian melebar di BPD HIPMI Jogja, mengenal pengusaha-pengusaha muda hebat. Kembali “ngangsu kawruh” tentang bisnis dan tentunya membangun relasi yang lebih hebat.

Ketua BPD HIPMI Jogja

Dikancah nasional pun saya membangun relasi dengan teman-teman pengusaha muda hebat lewat Shell LiveWIRE. Sharing pengalaman sehingga saya tidak hanya berfikir “lokal/regional”, namun mampu bersaing di kancah nasional, bahkan jika perlu kancah international. Semua bisa di bagun dengan kekuatan relasi.

Selamat ber “awal” pekan kawan…selamat membangun relasi dalam membangun mimpi… ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s