Berfikir, Berbicara, dan Bertindak

Suasana desa di Bantul

Bagi sebagian orang, bertahan atau menetap di kampung halaman bukan merupakan pilihan. Dari alasan tak ada peluang, tak ada yang dikerjakan, atau bilang “kamu ga akan berkembang” menjadi kata-kata yang akrab di telinga. Tapi taukah kawan, di Bantul ku ini, di “Jogja coret” istilah yang terdengar mengesampingkan Bantul bukan bagian dari Yogyakarta, ternyata menyimpan banyak mutiara yang terpendam (ciee…asik bahasanya bak peribahasa…. ^^)

Jangan bilang di Bantul tak ada peluang, jangan bilang di Bantul tak ada yang bisa di kerjakan, apalagi sampe bilang “kamu ga akan berkembang“! Apa pasal? Ternyata di Bantul juga banyak penduduk lokal yang beromzet milyaran. Cuman terkadang mereka tidak kelihatan…. Bentar bentar…mereka yang tidak kelihatan atau saya yang kurang pergaulan yah? Hm…tampaknya opsi kedua yang benar. Ketika saya tidak membuka diri, memperkenalkan diri, ya saya ga bakalan kenal mereka. Tapi ketika saya membuka diri baru terbuka mata ini… “Bantulku ngeri…!!!” (bukan dalam hal negatif lho…)

Ada yang menarik bagi saya siang ini, berkesempatan mengenal lebih dekat salah satu dari sosok mereka. Sosok yang tampak bersahaja tapi jangan tanyakan jumlah tanahnya berapa, luas totalnya berapa hektar, mobilnya berapa, karyawannya berapa, tapi denger-denger bisikan dari adiknya sebulan paling ga duit Rp. 1.800.000.000,- berputar. What, duit segitu di handle dari tempat yang banyak orang tidak menduga. Bahkan saya yakin tetangga kiri kanan pun tidak tahu, di kampung sebelah, di pinggir sawah… (bukan di kota besar dengan berbagai fasilitas yang lengkap…hebat bukan?!)

Siang ini mengenal beliau karena sang adik “dadakan” mengajak “mampir” ke rumah beliau yang sedang di bangun. Tanah sekitar 800 meter persegi di pinggiran sawah yang dibangun kolam dengan gazebo apung di atasnya (wow suasananya cukup menyenangkan). Karena saya memiliki “Rumah Kayu Mini” dan kebetulan memiliki konsep yang sama membuat beliau sedikit tertarik dengan diskusi dan aneka pembicaraan. Dari filter kolam, konsep gazebo, hingga jenis tanaman air yang cocok di tanam (ini hobiku sekali…).

Yang menarik kawan, pancingan beliau di ranah kewirausahaan. Tidak begitu konkrit yang dijelaskan, karena beliau lebih suka sharing ilmu dengan beragam perumpamaan sehingga kadang harus mengernyitkan dahi untuk mencerna. Tapi tak diragukan lagi, salah satu murid beliau pun yang notabene kakak angkatan SMA kini telah beromzet satu miliar koma sekian-sekian…

Berfikir, berbicara, dan bertindak….” ujar beliau singkat penuh makna. Begitu banyak orang yang hanya mampu berfikir saja, dengan ribuan bahkan jutaan inspirasi untuk melangkah kedepan. Namun ada yang tertahan hanya di berfikir saja, namun ada juga yang move on ke level berbicara ataupun menuliskannya. Kemudian yang tertinggi adalah bertindak. Kenapa? Karena sejuta ide, ribuan pembicaraan maupun tulisan namun “nol” dalam aksi hasilnya ya cuman bualan doank. Alias NOL BESAR….

Hahaha..rada susah dicerna memang topik pembicaraan. Tapi gampangnya (ini hasil cernaan saya), begitu banyak orang yang punya ide-ide brilian untuk berkembang, namun tak mampu menuangkannya dalam lisan maupun tulisan, jadai bagaimana mau “melakukan”. Punya mimpi memiliki omzet miliaran dalam sebulan, tapi hanya dalam angan saja tanpa aksi apa bedanya?! Pun ketika saya mengoreksi diri sendiri, hampir setiap saat saya selalu berteriak “saya mau move on“, tapi tak kunjung ada langkah konkrit yang saya lakukan. Gimana saya mau berkembang? Bener tidak kawan?

Intinya…jika punya ide-ide bagus. Ucapkan…tuliskan…dan paling penting lakukan. “Lakukan” bukan hanya dalam tulisan saja. Tapi tindakan nyata. Dan inilah ilmu pertama yang saya dapatkan. Semoga kedepan diajak kumpul lagi untuk mendapatkan “wejangan”. Ada quote menarik yang saya dapatkan. Orang tua selalu berkata…”Berdasarkan pengalaman saya…..” sedangkan orang muda selalu berkata “Menurut logika saya….” Nah jika saya dan kawan-kawan mau berkembang, kombinasikanlah keduanya. Menggabungkan pengalaman dengan logika. Beliau berkata, “sampeyan punya potensi lebih sukses daripada saya. Mengapa? Sampeyan punya sesuatu yang tidak saya miliki, pengalaman di usia muda…kombinasikanlah keduanya. Dan jangan pernah berhenti untuk belajar….”

Wah masih terngiang-ngiang saja pembicaraan tadi siang…. ^^ Selamat berkarya kawan ^^)

Advertisements

2 thoughts on “Berfikir, Berbicara, dan Bertindak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s