Defrag kehidupan Anda

Memasuki bulan Ramadan menjadikan saya memiliki banyak waktu untuk evaluasi diri. Berkumpul kawan lama, memperbanyak tilawah di masjid, atau sekadar menghadiri mejelis ilmu. Termasuk hari ini, menghadiri mejelis ilmu bertemakan “Leading Through Values” yang disampaikan coach Edwin dari i.BizCOACH di Hotel Desa Puri Yogyakarta.

Ada perbincangan menarik di kala jeda istirahat antara saya, satu teman pengusaha peternakan di Sleman, dan coach Edwin. Sambil melepas sepatu antri untuk wudhlu terlontar pertanyaan dari teman saya yang masih berstatus mahasiswa, “Coach, kenapa ya IPK saya selalu rendah. Saat kuliah saya tidak bersemangat. Namun saat bicara entrepreuner saya selalu semangat?

Wow, pertanyaan yang bagus. Pertanyaan yang selalu membuat kerepotan juga karena “selalu” muncul saat saya mengisi sesi seminar bisnis di kampus-kampus. Yang terkadang saya harus mengambil contoh teman untuk menjelaskan. Mengapa? Karena saya sendiripun mengalaminya. Bisnis jalan tapi kuliah empot-empotan… (tapi tetep lulus on time lho kuliahnya… ^^)

Masnya kuliah jurusan apa?” tanya coach Edwin singkat. “Fisika…“. “Ok kenapa Anda memilih jurusan Fisika?” telusur lebih lanjut. “Karena saya paling tidak bisa Fisika, jadi ingin belajar lagi Fisika…

Saat Anda kuliah memikirkan bisnis ndak?” tanya coach Edwin kembali. “Iya.…” ujar si kawan pengusaha. “Then…saat anda berbisnis memikirkan kuliah ndak?“. “Tidak…” jawab sambil menggeleng kepala. “Yakin tidak memikirkan…?” desak coach. “Hehe…iyah…kepikiran.

Nah ketemulah jawabannya. Pertama, terkadang kita terlalu sibuk untuk memperbaiki kelemahan kita. Sehingga hasil yang didapatkan kurang optimal. Alangkah bijaknya jika kita justru mengasah kelebihan kita. Sehingga akan mempertajam potensi yang ada. Misalnya dalam kasus tersebut, si kawan terlalu sibuk memperbaiki nilai Fisika padahal kurang begitu mengusainya.

Kedua adalah begitu banyaknya konflik batin. Banyak orang yang kurang bisa menempatkan posisi ketika melakukan sesuatu. Ketika kuliah ya fokus untuk menerima pelajaran, bukan malah bisnis. Tapi diluar kampus ketika berbisnis ya fokuslah pada bisnis. Bukan dicampur aduk, hidup bukanlah gado-gado….

Jika mau berkaca, begitu banyak “kesemrawutan” dalam kehidupan kita. Sebagai contoh kecil, saat kita memiliki sandal / sepatu baru. Kemudian kita berangkat ke masjid besar untuk sholat tarawih. Hati dan pikiran kita kemana? Hampir dipastikan ke “sandal“, takut hilang… Bukan begitu kawan?

Hal lain yang sering terjadi adalah masuknya “pekerjaan” dalam ranah kehidupan keluarga. Masih saja membawa PR kerja saat dirumah. Halo…badan juga ada batasnya, di rumah adalah waktu buat bersama keluarga. Bukan mencapuradukkannya…. Hasilnya apa? Sering muncul konflik-konflik bukan?

Mumpung bulan baik, marilah kita saling mendefrag (menata) kembali kehidupan kita. Letakkan sesuatu pada posisi yang tepat. Saat sholat pikiran ya bukan ke sandal, saat kuliah ya saatnya memikirkan pelajaran. Dan ini yang penting, saat bekerja jangan terus-terusan kepikiran rumah…eh ntar pas dirumah malah terus-terusan memikirkan kerja… Cape deh…!!!!

OK, semoga bermanfaat. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya… ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s