Alloh mengikuti prasangka hambanya

View dari kereta Lodaya

Ramadan gini memang paling enak untuk evaluasi diri. Tepat 3 bulan lalu ide “kiaracondong” ini muncul. Sembari menikmati landscape Kadungora bersama kereta Lodaya. Wow…dan tepat 3 bulan ini pula saya menikmati perjalanan itu lagi. Dengan kereta yang sama…rute yang sama….tujuan yang sama…Antapani…

Ternyata ada positifnya juga aktivitas blogging, terkadang sekadar mengulak alik postingan lama. Memberikan internal link yang akhirnya juga malah baca lagi. Setelah saya cermati, begitu mudahnya saya mengkritisi seseorang yang tertuang dalam postingan – postingan… begitu mudahnya mencari cela orang…. (Astaghfirulloh… -.-“)

Hahaha…namanya juga manusia. Terkadang memang butuh kaca (*tapi kalo dikasih kaca malah keluar narsisnyahedew…). Maksudnya kaca buat evaluasi diri, emang diri pribadi ga banyak negatifnya?!

Kalo mau jujur, saya yakin tidak hanya saya saja yang seperti itu (tu kan mulai ada pembelaan…). Memang sangat mudah mencari cela orang. Orang sukses dikit dengan bisnisnya udah mulai dicari-cari kesalahannya, paling dukunnya saktilah, atau “kan enyak babenya udah kaya duluan, enak dia tinggal nerusin…“, atau kesalahan-kesalahan lain. Hayo ngaku….. Orang berprestasi dikit terus diexpose mulai deh dicari celanya juga, wew….manusia… Bilang ajah juga mau di expose…hehe..

Ada juga yang lucu tuh joke di radio yang sering saya dengarkan. Si A dan Si B tetanggan, istri si A beli televisi gedhe istri si B kepingin. Istri A di beliin mobil, istri si B gantian nodong suami minta beliin mobil. Eh pas istri si A di gotong pake keranda kok istri si B kaga minta di gotong keranda pula ya?! Hahaha… 😀

Hmm..kembali ke topik semula. Sebenarnya saya sedikit tertarik dengan satu catatan kecil. Dibuku SMA yang tak sengaja kembali terbaca. “Alloh mengikuti prasangka hamba-Nya….” Dulu saya kurang “ngeh” dengan maksud tulisan itu. Tapi semakin bertambah usia semakin banyak yang bisa direnungi. Begitu mudahnya menjalani kehidupan ketika dikelilingi prasangka-prasangka baik, dan sebaliknya, begitu berat menjalani kehidupan ketika dipenuhi oleh prasangka-prasangka buruk.

Ketika kita mencari cela seseorang, kita akan di penuhi oleh aura negatif, menghasilkan prasangka-prasangka negatif pula. Coba renungkan, begitu banyaknya angka perceraian tidak lepas dari imbas acara infotaiment yang menayangkan perceraian-perceraian artis. Jujur dah… Dalam bisnis pula, semakin sering mencari cela bisnis orang lain maka energi negatif akan mengelilingi bisnis kita. Mbok ya sudah, orang mau membesarkan bisnis dengan cara A, B, C atau D kalau itu emang “works” buat bisnis dia napa kita yang cape tereak-tereak. Ketika kita bisa sukses dengan cara E, F, G, atau H tapi itu belum tentu “works” buat orang lain pula, so jangan di paksakan…

Alangkah indah jika hidup ini dipenuhi oleh aura positif. Oh si A sukses di bisnis, wah belajar cara suksesnya ah…bukan malah cari-cari kelemahan bisnisnya. Si B sering diliput media, kalo itu mendukung bisnisnya kenapa kita kelabakan… Yuk migrasi ke hal-hal yang positif, InsyaAlloh aura positif mengikuti kita…

Ingat, Alloh mengikuti prasangka hambanya…. Jika kita terpaku dengan kegagalan-kegagalan orang, begitu mudahnya pula kita menemui kegagalan. Sebaliknya begitu antusiasnya kita terhadap keberhasilan-keberhasilan orang, InsyaAlloh kemudahan akan mengiringi kita…

Be positive, happy fasting… ^^

Advertisements

2 thoughts on “Alloh mengikuti prasangka hambanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s