Post Power Syndrome

Bener juga kalo dibilang seorang entrepreneur itu kelebihan adrenalin. Hm bawaannya ga bisa diem. Baru saja kemaren bilang sama karyawan kalo minggu depan mulai libur dan seminggu setelah lebaran baru masuk. Eh lha kok saya yang malah stress…terus kalo libur saya mau ngapain? Pasti bakal super bosan dengan tidak melakukan sesuatu…

Saya terbiasa untuk melalukan perjalanan luar kota ketika dalam kondisi jenuh seperti ini. But perjalanan luar kota disaat bersamaan dengan suasana mudik bukanlah pilihan yang bijak. Mudik saya sendiri bisa dengan melangkahkan kaki sejauh 300 meter ke rumah orang tua. Wew…so? Sangat membosankan…

Ternyata ini jawaban atas jamuan makan malam kemaren. Sedikit flashback, 2 hari lalu saya diundang makan malam oleh mantan pejabat sekelas Dirjen pada era pemerintahan Gus Dur. Kebetulan saya mengajak teman yang notabene seorang pengusaha juga.

Sepulang jamuan saya bertanya kepada teman yang notabene belum mengenal pejabat tersebut, “Mas, gimana pendapat sampeyan soal bapak X tadi? Boleh positif dan negatif“. Sedikit terkejut juga dengan pertanyaan saya, karena ada embel-embel positif dan negatif. Sengaja saya memancing apakah ada “feel” yang sama.

Menurut saya sih bapak X orang yang berwawasan luas, terlihat dari bagaimana beliau mengupas teman-teman beliau pemilik perusahaan-perusahaan besar di negara kita ini. Cukup menarik ulasan menejemen stratejik beliau, cocoklah sebagai pengajar sekarang. Tapi jika dikau memaksa saya untuk menjawab apa negatifnya…saya hanya bisa menjawab….kesepian…”

Post powersyndrome?!” tanya saya singkat, mengejar…

Yups, mungkin itu istilah yang tepat. Banyak dialami banyak pekerja bukan ketika tidak aktif bekerja lagi atau pensiun?!

Saya hanya mengangguk tanda setuju. Oke. Post Power Syndrome…namun kini ada yang menggelitik hati kecil saya. Lalu bagaimana bagi seorang pengusaha? Apakah pengusaha pensiun juga?

Selama ini saya memimpikan untuk pensiun muda. Uang bekerja untuk saya, tidak lagi bekerja untuk uang. But mengumumkan libur 2 minggu saja saya sudah stress. Terus bagaimana ketika saya pensiun? Ah sudahlah, biarkan ini menjadi PR tulisan saya berikutnya…

Selamat berkativitas kawan ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s