Defrag Kehidupan di Bulan Ramadhan

Seiring bergulirnya waktu, tak terasa sudah memasuki penghujung bulan Ramadhan. Seiring bergulirnya waktu, shaff-shaff di masjid pun kian “maju”. Astaghfirullah…sudah berapa banyak tarawih yang terlewatkan? Sudah berapa banyak lembaran-lembaran juzz yang tertinggalkan? Sudah berapa banyak puasa yang tinggal hanya senilai dahaga?

Entahlah, begitu banyak yang harus di defrag di penghujung Ramadhan. Dan Alloh punya segudang cara untuk mengingatkan hamba-Nya, dari yang paling halus hingga yang paling nyata.

Sepuluh hari pertama bulan Ramadhan…

Alhamdulillah melaluinya dengan bagus. Terbiasa bangun tengah malam kemudian absen langit. Buka-buka kulkas cari bahan makanan dan masak sendiri seperti biasa. Niatan awal memang sebulan full kerja dan fokus pada ibadah. Tarawih jamaah di mesjid dan lanjut tadarus bersama hingga larut malam. Begitu ikhlas dan tenang….

Sepuluh hari kedua bulan Ramadhan…

Order-order berdatangan dan dalam jumlah yang besar. Alhamdulillah bisa buat THR-an batin saya. Karyawan yang semula saya instruksikan untuk slow saya anjurkan untuk full kerja bahkan lembur untuk mengejar pengiriman. Saya sendiri menerima beberapa proyek untuk bisa saya kerjakan di kala malam.

Undangan-undangan buka bersama mulai berdatangan. Pulang buka bersama sudah lelah, hingga terkadang tak bisa mengejar Isya’ jama’ah di mesjid, hingga hanya menghadiri tarawih dan tadarus saja. Lama kelamaan di korting hanya tadarus saja di mesjid. Kemudian akhir-akhir ini target tadarus 2 juzz/hari hanya kuat 1 juzz/hari bahkan ada beberapa hari yang benar-benar nihil. Sungguh berantakan sekali…terasa sekali mengejar duniawi…

Sepuluh hari ketiga bulan Ramadhan…

Entah mengapa jadual i’tikaf berubah menjadi lembur kerja, bahkan terkadang pulang sudah mendekati Imsya’. Astaghfirulloh….dan Maha Besar Alloh yang mengingatkanku satu per satu. Dari komplain beberapa pelanggan karena kualitas produk tidak sesuai pesanan, customer yang menghilang kemudian tak bayar tagihan, hingga ada beberapa customer yang hanya membayar separo tagihan, dengan alasan klien mereka belum bayar, buat bayar THR, atau ada yang jujur belum pegang uang. What??? Buyar… Tapi Alhamdulillah, ini adalah teguran…tanda Alloh masih berikan curahan perhatian…

So kawan-kawan. Mari kita evaluasi kualitas ibadah di bulan Ramdhan kita. Tingkat kan kualitas ibadah, defrag kehidupan di bulan ramadhan… ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s