Percobaan dalam Hidup #2

Puncak dari “konflik batin” yang saya alami adalah rasa tidak peduli. Karuan saja beberapa teman sewot kelabakan saat saya melakukan aksi diam. Kunjungan tinggal 7 hari, saya belum reservasi hotel maupun membuat agenda untuk kunjungan kerja rekan-rekan pengusaha muda ke Singapore. Pokoknya saya akan diam. Ada satu teori yang hendak saya buktikan lagi.

jika hidupmu ingin teratur, tertibkan hidupmu di hadapan-Nya…

Sungguh teori yang sukar dicerna secara secara logis. Tapi tak ada salahnya saya coba. Jadual harian saya buat, print pada media kertas besar kemudian saya tempel di dinding dekat meja kerja. Sekilas dilihat mirip jadual pelajaran sewaktu sekolah namun lebih kompleks. Jam berapa saya bangun, jam berapa saya bekerja, jam berapa saya istirahat, dan paling penting jam dimana saya harus “absen langit” di hadapan-Nya.  Semua terperinci…dan saya mencoba untuk memberikan punishment jika melanggar.

Awal melakukan sungguh berat. Bangun jam 3 pagi bukanlah hal yang menyenangkan bagi yang tidak terbiasa. Tapi saya coba akali diri sendiri, sebelum tidur saya pasang 3 alarm sekaligus. Satu berada di kamar, satu berada di dekat kamar mandi, dan satu saya letakkan di dekat ruang ibadah. Semua menjerit secara berurutan, memaksa saya bangun untuk kemudian dengan gontai menuju 3 lokasi. Terbangun mematikan alarm di kamar, memaksakan kaki bergerak menuju kamar mandi untuk mematikan alarm sebelum berteriak keras, membasuh muka dengan air wudhlu, kemudian bergegas ke ruang ibadah mematikan alarm tanda waktu saya harus bersimpuh, bersujud, dan curhat atas segala kegalauan.

Saya coba tertibkan hal itu. Hari pertama dan kedua terasa berat. Namun memasuki hari ketiga terasa lebih ringan. Menikmati ritme aktivitas hidup yang mulai teratur. Saya terbiasa bangun sebelum alarm berbunyi. Menikmati ritme aktivitas hidup yang mulai teratur. Bangun jam 3 pagi dan tidur maksimal jam 22.00 malam. Namun satu yang parah, saya tetap belum menyentuh aktivitas kunjungan kerja.

H-1 dari keberangkatan dimana hari terakhir masa uji coba saya kontak Mas Angky, ketua HIPMI Bantul dimana saya bernaung. Sudah membayangkan wajah marah beliau karena panggilan selama ini saya abaikan, BBM saya acuhkan, bahkan Whatsapp cuman jadi tontonan. Saya yakin beliau akan marah, saya yang biasa memberikan “fast respons” di setaip event / kegiatan tiba-tiba lambat bak siput berlari…. (hi…hi…hi..maaf yo mas Angky…)

So gimana hasil percobaannya?!

  1. Saya merasa lebih fresh, selama ini terkenal sebagai “kalong” karena insomnia. Siang tidur dan malam bekerja, dengan dalih belum bisa tidur sebelum jam 24.00 malam. Ternyata itu sisi subconscious saya. Ketika saya posisikan conscious sebagai captain, dan subconscious sebagai crew, ternyata saya bisa tidur sebelum jam 22.00 malam. Coba praktekkan bagi yang mengalami insomnia, sugesti alam bawah sadar dengan pikiran sadar bahwa bisa istirahat lebih awal. Pasti bisa!
  2. Mas Angky datang dengan lingkaran mata menghitam, bukan karena marah. Tapi karena begadang di  “booth camp“” bisnis selama 5 hari di daerah Kaliurang. Saya yakin beliau akan marah besar jika belum mengikuti booth camp itu. Tapi karena selama booth camp mengalami proses format ulang pemikiran dan managemen emosi. Beliau datang dengan senyum-senyum saja… (Thanks to coach Tom, coach Getty, coach Wulan dkk yang menjadikan mas Angky tidak temperamen…) Pembicaraan rencana kerja di Singapore berjalan lancar
  3. Ada banyak “kebetulan” yang menurut saya memang jalan kemudahan. Meski mendadak, saya masih dapat booking hotel yang representative untuk acara. Bahkan kecemasan saya akan batas kartu kredit yang telah mencapai limit, ternyata masih dapat digunakan untuk reservasi. Dan yang memang unik, sebelum keberangkatan saya diminta untuk menjadi pembicara seminar inkubator bisnis sebuah universitas negeri dengan fee yang lumayan (Alhamdulillah…)
  4. Banyak kejadian kebetulan selama di Singapore yang pada intinya saya di mudahkan.

Jadi pada akhirnya saya tarik kesimpulan, memang benar…jika hidupmu ingin teratur, tertibkan hidupmu di hadapan-Nya… Memang terdengar tidak logis, tapi InsyaAlloh akan banyak kemudahan.

#Sukses untuk kita semua. Salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s