Sejauh kening dan tempat sujud

Karnaval kegiatan berjajar rapi di penghujung Oktober. Ya, seperti tahun sebelumnya banyak moment penting yang menjadi tolok ukur kehidupan saya selepas hijrah. Bukan sebuah keputusan mudah, meninggalkan rumah untuk belajar mandiri sangat penuh resiko. Apalagi bagi yang sejak kecil terbiasa dengan kehidupan yang serba manja. Banyak yang gagal terjungkal, kemudian kembali lagi kepelukan orang tua meski telah berkeluarga dengan balutan manis… PONDOK INDAH MERTUA…

Puji syukur, sejarah manis kembali saya torehkan di penghujung bulan Oktober ini. Setelah setahun lalu wajah saya untuk pertama kali menghiasi layar kaca pertelevisian nasional, bahkan di saksikan pula oleh sejumlah sahabat melalui streaming di negeri Sakura sana. Pagi tadi beberapa kejutan menghampiri saya melalui sms maupun e-mail. Alhamdulillah….kejutan seperti apa? Akan saya ceritakan di artikel selanjutnya…

Yang menarik adalah, meski penuh liku, episode kehidupan saya cukup gemilang secara exponensial. Alhamdulillah… Beberapa target terlampaui dan kembali merangkai deretan mimpi. Law of attraction….mimpimu adalah kenyataanmu. Jadikan mimpi sebagai penyemangat hidup dalam merengkuh kebahagiaan.

Teringat tadi siang seorang sahabat saat masih kecil menepuk pundak saya. Saat itu kapasitas saya sebagai holder sekaligus penggagas event temu Pengusaha bersama Bupati. Ri, kamu itu jaman kecil paling nelangsa (kasihan), sampai dewasa pun kehidupanmu cukup berat, apalagi 2 tahun lalu saat kamu berada dititik minus (tidak lagi nol) dalam kehidupan. Tapi lihat, hari ini kamu bisa mengundang orang-orang kampung, yang bermimpi menginjakkan kaki di rumah dinas bupatipun tidak, ini malah kamu bawa untuk duduk bersanding dengan orang-orang hebat lainnya. Apa si rahasianya?

Senyum simpul saya mengembang. Alhamdulillah jika bisa membuat seorang kawan bahagia. Satu kalimat yang keluar dari mulut saya, “Jarak antara permasalahan dan jalan keluar itu, jaraknya sejauh kening dan tempat sujud“. Itu makna hidup yang saya dapatkan…

Expresi bingung terpancar dari wajah dia. Memang jarak permasalahan dan jalan keluar itu sejauh kening dan tempat sujud. Semakin jauh kening kita dari tempat sujud, semakin jauh pula jalan keluar untuk segera di temukan. Sebaliknya, semakin dekat dengan tempat sujud, InsyaAlloh akan banyak kemudahan. Alloh akan mempermudah bagi hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersujud memohon pertolongan. Bukan orang-orang yang menjauh, yang semakin ingkar akan kenikmatan-Nya.

#sukses selalu menyertai kita

Advertisements

2 thoughts on “Sejauh kening dan tempat sujud

  1. nakinaak

    subhanalloh!! keren2 prinsipnya,,, I LIKE IT!!! ^^
    emang bener ya,, masuk di dunia ini tu bener2 bikin akselerasi tingkat kematangan emosional. makin sukaaaaaa deeeh ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s