Community Enterprise Competition

Pengalaman terhebat awal pekan ini adalah mengikuti Community Enterprise Competition (CEC) Wave III yang di adakan British Council Indonesia di Depok, Jawa Barat. Sedikit kaget karena ketika mendaftar aplikasi sebelumnya CEC adalah Community Entrepreneur Chalange yang notabene event bagi para pengusaha. Ternyata? Duh! Ini isinya orang-orang cerdas semua. Ada yang researcher LIPI, dosen, advokat, aktivis LSM & NGO yang memang peka terhadap permasalahan-permasalahan sosial. Goal tetap, menciptakan wirausaha berbasis komunitas di lingkungan mereka.

Tak kalah menarik ketika mendapat roommate dari Soe, Nusa Tenggara Timor. Wew bulu kuduk sempet berdiri. Apalagi bawa nama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Wew…bakal menyeramkan ini, cocok dengan penampilan dia yang penuh pernak pernik dari binatang buruan, gelang dan kalung dari biji-bijian kontras dengan kulit dia yang hitam dan rambut semi gimbal. Wah bakal seperti apa nih nasib saya di kamar? -.-“

Nifron’i Ba’un…nama saya bang, panggil saja Nifron. Sapa ramah dia memperkenalkan diri. Wow ramah juga ternyata. Kemudian dia bercerita tentang kehidupan masyarakat adat di Soe dan konflik perbatasan selepas Timor Timur lepas dari genggaman NKRI. Sebuah cerita yang membuka wawasan saya tentang untold story yang tak pernah terliput oleh media. Jauh kontras dengan kehidupan di Jawa.

Kemudian bercerita tentang kehidupan dia di tanah perbukitan namun menyimpan banyak potensi alam, utamanya kelapa. Ide Nifron sederhana, namun cemerlang di mata saya. Menciptakan sentra industri pengolahan minyak kelapa dengan memanfaatkan biogas dari kotoran sapi. Pohon kelapa banyak, sapi melimpah, tinggal menunggu tangan dingin Nifron untuk menjadi terlaksana.

Kembali ke CEC Wave III, menurut saya ini acara yang hebat. Menyaring mutiara-mutiara terpendam yang peduli dengan permasalahan sosial dan lingkungan melalui solusi kewirausahaan, social enterprise. Bukan sekadar mencari pengusaha-pengusaha baru yang kapitalis dan cenderung memperkaya diri. Goalnya, sejauh mana usaha yang dijalankan memberikan impact terhadap permasalahan sosial dan lingkungan.

Lebih lanjut tentang CEC Wave III akan saya bahas di postingan berikutnya. Sementara kembali nikmati minuman hangat di meja kerja dan berikut aktivitas saya selama lokakarya :

Bertemu sahabat saya dari Timor

Tak ada satupun peserta yang pasive

Serius melakukan transaksi, game yang menyenangkan ^^

Duduk di bawah sebagai golongan “miskin” karena kekayaan tidak mencapai USD 20

Berfikir keras agar naik derajat

Bisa juga akhirnya duduk dikursi naik derajat

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s