Apakah saya bipolar?

bipolar-symptoms-300x200

Memiliki banyak impian namun tanpa aksi sama dengan “NOL BESAR”. Secara matematis berapapun itu dikalikan nol tetap nol, ditambah nol pun akan menghasilkan jumlah yang tetap, apalagi dikurangi nol…sama ajah. Dalam siklus kehidupan saya sering mengalami seperti itu, berada pada fase depresi dimana begitu banyak keinginan namun tak kunjung kaki melangkah. Yup key success udah digenggaman, pintu peluang tampak, tapi…ya tapi..too many excuse

Terkadang butuh suatu booster yang bisa men-drive me agar mood ini menggelegak, a cup of hot chocolate. Stock out brother, sudah beberapa hari ini cokelat bubuk absen dari dapur. Begitu banyak parade kegiatan di bulan November, alhasil tidak sempat sekadar berbelanja kebutuhan dapur…poor me -.-” Berharap diantara aktivitasku sudah ada yang berbelanja cokelat itu kemudian menyajikannya hangat-hangat di meja kerja dengan senyuman yang renyah. Aiihhh…cocok ditemani dengan potato chips khas Banjarnegara yang saya dapatkan seminggu lalu. Buah tangan rekan-rekan sejawat Apoteker yang penasaran dengan usaha yang saya jalankan…  ^^

Hahahawhat a beautiful life jika itu kenyataan…

Oke. Back to fase depresi. Ini mengingatkan saya tentang diskusi farmakoterpi beberapa tahun lalu. Bipolar disorder, yaitu sejenis penyakit psikologi, ditandai dengan perubahan mood (alam perasaan) yang sangat ekstrim, yaitu berupa depresi dan mania. Pengambilan istilah bipolar disorder mengacu pada suasana hati penderitanya yang dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang ekstrim. Aish….kadang takut juga mengalami ini, tapi kok kadang memang merasa begitu…

Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik (mood high) dan suasana hati yang buruk (mood low). Akan tetapi , seseorang yang menderita bipolar disorder memiliki mood swings yang ekstrim yaitu pola perasaan yang mudah berubah secara drastis. Suatu ketika, seorang pengidap bipolar disorder bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Namun, ketika mood-nya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri (depresi). Dahulu, penyakit ini disebut denganmanic-depressive. Suasana hati meningkat secara klinis disebut sebagai mania atau, jika ringan, hypomania . Individu yang mengalami episode manik juga sering mengalami episode depresi, atau gejala, atau episode campuran dimana kedua fitur mania dan depresi hadir pada waktu yang sama. Episode ini biasanya dipisahkan oleh periode “normal” suasana hati (mood) , tetapi, dalam beberapa depresi, individu dan mania mungkin berganti dengan sangat cepat, yang dikenal sebagai “rapid-cycle”. Manic episode Ekstrim kadang-kadang dapat menyebabkan gejala psikotik seperti delusi dan halusinasi .Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama.

Wadoh, tu kan makin berasa bipolar ajah. Mana mayoritas penderita berada di usia muda, 20 -30 tahun. Hooo tapi ada sisi yang bikin saya senyum sih. Ternyata banyak yang alami seperti saya, setidaknya ketika saya check recent update betebaran status “need hot choco…” dengan display picture orang desperate. Hahaha…so artikel ini saya persembahkan buat temen-temen yang biasa mengalami perubahan mood secara tiba-tiba. Kenali gejala bipolar sejak dini. Untuk lebih jauh tentang bipolar baca di sini yah….

Advertisements

One thought on “Apakah saya bipolar?

  1. Pingback: Sate Klathak « Counting Down

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s