Dia tidak akan pernah terlambat

Jajan pasar dan karyawan

Jajan pasar dan karyawan

Mendekati akhir tahun menjadi masa paling sibuk bagi saya. Apalagi ditambah gawean extra, boyongan workshop. Semula rencana pindahan saya agendakan bulan kedua tahun 2013. Namun apa daya, lokasi workshop “ditembung” keponakan pemilik untuk dijadikan bengkel AC. Ya sudah, meski dengan berat hati 22 Desember 2012 workshop Cendani SPA pindah. Benar nasihat senior pengusaha beberapa tahun lalu. Jika kamu mampu, beli aset. Jangan ngontrak terus. Kalo ngontrak suatu saat bisnis kamu growth bagus, pemilik pasti akan menaikkan harga sewa di atas harga wajar. Kalo tidak, kamu pasti di minta out.

Aaa…itu menjadi kenyataan. Saya sempet stress karena diberi waktu kurang dari seminggu untuk pindah.What? Padahal nego awal ada tenor 3 bulan. Aish, mau pindah kemana ini. Jelas di rumah kayu baru 25% faslitas memadai. Tapi asset selama dua tahun ternyata tidak sedikit, saya butuh tempat lebih luas. Tiap malam selalu cemas, mau pindah kemana?

Hingga H – 3 saya belum dapat lokasi. Nemu beberapa lokasi representative tapi diminta menunggu hingga ahir bulan. Jelas tidak cukup. Malam saya harus bergerilya. Pikiran jadi tidak fokus, sementara produksi harus tetap berjalan. Order siap menanti dan mereka ngga mau tau bagaimana cara saya memproduksinya.

Stuck, otak mengalami lock. Dari situ saya merasa egois. Mengapa selama ini beban masalah selalu saya hadapi sendiri. Jika beberapa masalah datang bersamaan tentu akan mengalami bottle neck, di tambah saya seorang pria, berpikir harus runtut tidak bisa multitasking sebagaimana wanita. Ya wanita, sebagian besar karyawan saya wanita. Kenapa saya tidak ajak diskusi mereka saja?

Saya panggil manager produksi yang memang orang kepercayaan saya. Dia sudah ikut sejak saya merintis usaha ini dua tahun lalu. Jika dibilang, dia adalah fotokopi saya di bidang produksi. Idealis dia lumayan tinggi, jadi cukup teliti dalam mengawasi karyawan lain. Atau dalam istilah lazim, orang kepercayaan. Sayangnya, selama ini saya hanya membahas masalah produksi. Tidak pernah membahas hal lain. Bahkan saat saya mempunyai masalah pun saya tidak cerita. Hm bagaimanapun juga saya merasa tidak boleh merasa lemah di hadapan karyawan. Aish, tapi sikap jaga image saya terlalu berlebihan.

Ketika menghadap saya minta untuk duduk, belum berucap apa-apa dia sudah memulai pembicaraan. bapak sudah menemukan lokasi produksi baru? Terkesiap saya, belum. Itu mengapa saya panggil kamu. Hm selama bapak di Jakarta saya sudah survey beberapa lokasi. Saya tahu bapak akan kesulitan menyiapkan beberapa hal sekaligus, apalagi akhir tahun bapak banyak diluar kota.

Wah wah…dia malah lebih tahu dari saya. Hm, ada satu lokasi yang visible Pak. Lokasi berada tepat di samping rumah kayu. Jadi bisa di merge. Maaf kemaren diluar pengetahuan bapak saya coba untuk nego, dan harga masuk. Tapi tidak saya sampaikan ke bapak takut dikira nglangkahi. Waaaa….sorak-sorak bergembira saya. Lokasi itu memang ideal sekali, jika digabung dengan lahan disamping rumah kayu maka akan menjadi lahan yang cukup luas untuk penjemuran rempah.

Deal! Sujud syukur saya. Alhamdulillah 22 Desember saya sudah menempati lokasi baru. Kolegapun senang karena lokasi lebih luas. Apalagi jika bertamu bisa “nunut” ngadem di rumah kayu mini. Celupin kaki biar di gigit-gigit ikan, fish therapy gratisan kata meraka. Hm..terkadsang pertolongan Alloh terasa lambat, tapi yakin Dia tidak akan pernah terlambat.

#May peace be upon us

Advertisements

2 thoughts on “Dia tidak akan pernah terlambat

  1. aminocte

    udah lama nggak bertandang kemari dan dapat cerita yang masih sama inspiratifnya 🙂
    semoga usahanya sukses dan berkembang terus, Mas 🙂 2 Januari mendatang Insya Allah aku udah mulai PKPA di apotek, mohon doanya 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s