Dream Board

Bersama kawan-kawan dan dream board masing-masing

Bersama kawan-kawan dan dream board masing-masing

Siapa yang tak suka jika impiannya tercapai. Impian beli gadget tercanggih, impian beli mobil idaman, atau impian membangun rumah sesuai harapan. Tentu cethar membahana…. Coba ingat ketika kita duduk di bangku Taman Kanak Kanak, tentu banyak impian yang ingin kita capai. Dari cita-cita menjadi polisi, dokter, hingga menjadi presiden. Hayo berapa banyak yang dulu bermimpi menjadi dokter dan sekarang menjadi dokter beneran? Hahahaha…

Tapi coba sekarang tanyakan pada diri sendiri. Masihkah saat ini memiliki mimpi? Atau akan lebih mudah coba tanyakan orang terdekat disekitar Anda saat ini. Cita-citamu apa? Pasti mereka hanya tertawa, kemudian belingsatan kebingungan jawaban. Itulah kenapa kita tidak lagi bergairah dalam bekerja. Karena kita tak lagi memiliki mimpi. Tidak ada target yang jelas. Tidak hanya untuk personal, dalam dunia usaha pun jika tidak memiliki target yang jelas bisnis akan berasa  hambar. Tidak ada asin manis perjuangan. Nah, sedemikian pentingnya impian, cita-cita, atau goal dalam kehidupan kita untuk tetap fokus! 

Saya sendiri sejak merintis usaha memiliki tools yang disebut dream board. Namun seiring berkembangnya waktu saya lebih percaya diri dalam menampilkan dream board itu. Jika dulu hanya saya tulis dalam buku agenda, kemudian berkebang dengan layout wallpaper menggunakan photoshop, sekarang lebih mengarah fisik, guntingan-guntingan impian yang saya pajang di papan berikut caption-nya. Apa dan kapan tercantum jelas.

Apa yang menjadikan saya lebih percaya diri? Alhamdulillah apa-apa yang saya cantumkan di dream board menjadi lebih mudah di capai. Jika dulu malu merasa tidak mampu entah karena itu mahal, sulit, atau takut diketawakan orang. Tapi setalah sekarang terwujud, biarin ajah dulu orang ngetawain saya. Hahahaha…

Dream board saya 5 bulan yang lalu

Dream board saya 5 bulan yang lalu

Oh iya, lima bulan lalu, tepatnya 22 September 2012  saya mengirimkan dream board saya ke seorang sahabat di Tulungagung, Jawa Timur. Dia seorang pengusaha kuliner sekaligus mitra diskusi saya. Hm, waktu itu berasa konyol ajah bagi dia saya mengirimkan impian-impian yang hendak saya capai. Tapi apa reaksinya ketika beberapa waktu lalu saya BBM dia, bro…satu persatu impianku terwujud. Shocklah dia, wah kudu ikut bikin dream board nih.

So berminat untuk membuat dream board? Saat sesi business coaching kemaren pun diajari untuk membuatnya. Apa saja yang dibutuhkan? Majalah lifestyle, lem, spidol, dan selembar kertas A3. Buka lembar demi lembar majalah lifestyle, cari gambar yang bener-bener ngena di hati. Jadi kalo orang bilang, ada chemistry-nya, bener-bener ingin di capai atau di miliki. Gunting gambar kemudian tempelkan di kertas A3 tadi. Beri caption atau keterangan gambar, semakin detail semakin bagus. Minim mencantumkan apa, kapan, dimana, ngapain…kaya orang posesive gt deh. Masukkan semua impian-impian di situ. Nah langkah yang paling berat adalah menceritakannya…. Hahahha, pede ajah jika ketika menceritakan bakal di ketawain. justru itu semangat kita untuk mewujudkannya. Toh kelak kita gantian menertawakan mereka kalo sudah mencapainya… Trus bakal ada yang ngikut-ngikut bikin juga. Hahahaha…

So, sudah sipakah dengan dream board Anda?

#may peace be upon us ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s