Gimana Sih Cara Memulai Bisnis?

BMC

Sekali-kali belajar nulis yang sedikit serius tentang “teori” bisnis. Hehehe ternyata banyak yang request juga. Tapi yang bakal saya tulis juga sepemahaman saya. Sejauh ilmu saya serap, semoga bermanfaat bagi kawan-kawan lain, terutama yang masih hendak mengawali sebuah usaha atau business start up. Berusaha meninggalkan karya melebihi usia kita. Aseek…cethar membahana… ^.^v

Oke, sedikit flashback dahulu jaman saya kuliah. Di awal-awal mata kuliah kewirausahaan (duh beruntungnya ada matakuliah ini meski dosennya punya usaha pun tidak -.-“). Dan sampe saat ini pun masih diampu oleh dosen yang sama (maklum dosen senior..xixixixi). Ada tugas yang sangat wajib dan membuat pusing berantakan seluruh isi kepala. Apa ituh? Menyusun business plan. Hahaha…diketik rapih kemudian di jilid indah, duh tebalnya (semongga kasih nilainya ga pake penggaris ^^) Sayang kan bikinnya sepenuh hati bak maju ke medan perang namun kasi nilainya berdasar ketebalan (ya tapi yakin juga sih dosennya enggan baca).

So, ada ga sih yang lebih simple?

Jawabannya jelas ada. Bahasa business plan yang kadang bertele-tele dan terlalu panjang terkadang membuat “malas” investor atau stakeholder untuk membaca. Hanya beberapa point yang mereka perhatikan. Lah bikinnya ajah juga males, so belum mulai usaha udah dibebani dengan business plan yang ga mengenakkan. Nah, Business Model Canvas (BMC) hadir dengan mengambil poin-poin penting tersebut yang digambarkan dalam 9 blok. Jelas lebih ringkas, bahkan membuat tercengang karena kita bisa menggambarkan bisnis tersebut secara ringkas, padat, dan lebih visual. Ingat! Bahasa visual lebih mudah di fahami dan di ingat daripada verbal.

Saya pertama kali mengenal BMC saat mendapat pelatihan di Wisma Hijau Depok kemudian di sempurnakan lagi saat boot camp di Royal Ambarrukmo Yogyakarta beberapa waktu lalu. Semakin dalam mempelajari semakin membuat saya tercengang. BMC yang tampak simple ternyata mampu menjabarkan bisnis secara luas, bahkan berawal dari BMC dapat digunakan untuk menyusun strategi baru pengembangan bisnis, menyusun struktur organisasi, menyusun jobdesk, standar operating procedure (SOP), bahkan key performance indicators (KPI). Jauh lebih mudah dan mengena daripada business plan biasa. Semua akan saya hadirkan dalam tulisan bersambung di blog ini.

Kembali ke BMC. Sebenarnya apa sih BMC itu? Hm bakal panjang itu jelasinnya, so baca ndiri di link ini yah. Kemudian sebagai pengantar silahkan nikmatin video BMC berikut ini :

Hehehe…cukup jelas bukan? Atau cukup JELAS-JELAS ga ngerti maksudnya? Oke mari kita bahas satu persatu. Namun akan lebih mudah jika temen-temen untuk belajar BMC menyiapkan beberapa hal di bawah ini nih :

  1. Template BMC yang dapat diunduh di sini. Kemudian di print, akan lebih mudah jika di print di atas kertas A3 jadi ada space yang lumayan.
  2. Sticky Notes. Modal dikitlah ^^
  3. Spidol dengan 3 warna berbeda. Biasanya sih warna hitam, biru, dan merah.

Beruntungnya jika temen-temen memiliki gadget iPhone / iPad bisa mengunduh aplikasi ini di Apple Store atau klik di sini. Bagaimana jika ga punya? Tenang, bisa di akses di sini (meski harus bayar….hahahaha). So paling mudah sediakan 3 hal tersebut di atas lah. Nah berhubung ini butuh persiapan. Tulisan saya sambung di postingan selanjutnya. Yang penting jangan stress kaya Gank Orange di bawah ini yang kebanyakan bikin BMC. Hahahaha….

Orange#may peace be upon us

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s