Stop Menyalahkan Orang Lain!

mmw_blame_110209_large

Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, menjadi kebiasaan untuk mencari kesalahan di luar diri kita. Menjadi hal wajar, sejak kecil kita terbiasa dengan “mengkambing hitamkan” sesuatu di luar sana. Misal, saat kita masih kecil tiba-tiba terantuk batu kemudian jatuh, orang tua dengan enaknya menyalahkan batu, “batunya nakal.…” Wuih…lha batu benda mati kok disalah-salahin. Padahal ya karena kita sendiri yang kurang hati-hati. Tujuannya memang baik, agar kita tidak menangis…

Sayangnya kebiasaan itu mayoritas terbawa hingga dewasa. Ketika omset tak menembus target, buru-buru ngamuk-ngamuk sama karyawan. Ketika pekerjaan tak selesai sesuai target, karyawan lagi jadi sasaran. Hahaha…sebenarnya ini curhatan. Saya sendiri merasa energi terkuras habis untuk mencari-cari kesalahan karyawan. Tapi saat berfikir jernih, boleh jadi permasalahan ada dalam diri saya sendiri.

Mengapa pekerjaan terus-terusan molor? Jadi pertanyaan pribadi. Emang saya sudah memberi fasilitas produksi yang memadai? Oven ajah sudah berumur, sealer sering rusak. Nah lho…ternyata salah saya juga. Kenapa omset ga tembus? Emang saya sudah satukan visi dengan mereka. Kemudian mereka cerna menjadi visi? Lha supervisi ajah saya ga berikan. Kok ya saya nuntut lebih…

Wah jika kita mau mengaca. Banyak hal yang tak sesuai dengan harapan itu berasal dari kita sendiri. Sayangnya banyak pula yang tak menyadari hal itu. Teringat jaman kuliah. Huh, dosennya pelit. Kasih nilai jelek terus. Nah, emang kita sudah berusaha optimal untuk mendapatkan nilai terbaik. Jika yang dinamakan usaha itu sistem kebut semalam ya bukan hal yang optimal donk. Jangan salahkan dosennya.

Termasuk beberapa waktu lalu saya mengadakan project dengan rekanan dari Jakarta. Hm, komisi yang saya dapatkan sedikit kurang memuaskan. Pikiran bawah sadar saya langsung men-judge rekanan tersebut pelit, ga menghargai. Tapi ketika dalam kondisi saya tenang. Lho, emang kinerja saya sudah optimal? Emang saya sudah cukup gesit dalam menjalankan project? Lah….ternyata salah ada di diri saya pribadi.

So di hari Jum’at nan barokah ini. Mari kita bersama-sama instropeksi diri. Yang mengeluh kenapa ga kaya-kaya. Coba renungi, sudah optimalkah dalam berusaha menjadi kaya? Yang mengeluh karyawan bawel, coba renungi sudah memeberikan terbaikkah untuk karyawan? Yang masih menganggap kesalahan ada di luar sana… Itu “masalah” buat Anda. Coba minta bantuan orang terdekat / terpercaya untuk mengurai dan mengevaluasi kinerja Anda. Salam sukses.

#May peace be upon us.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s