Sudahkah Anda Bahagia?

wpid-facebook_2112284772.jpg

“OK Pak…tolong atur pertemuan kita May 30 & 31 di Jakarta. June 1 & 2 kita di Bandung dan June 3 bisa pulang ke Jogja kemudian berangkat ke Phuket. June 8 kita jumpa di Kuala Lumpur…”

Sebelumnya saya tak membayangkan bakal menjadi orang yang sibuk. Travelling…business trip… Yah, tapi saya sangat menikmatinya. Dengan legawa saya harus cancel agenda liburan saya pribadi di Bali June 1 – 3. Padahal tiket pesawat sudah di genggaman, hotel pun sudah saya booking. Tapi jika harus memilih..masih ada next time untuk memanjakan diri di Bali. Tapi peluang bisnis belum tentu datang dua kali. Apalagi Phuket…duh begitu menggoda untuk sekadar belajar tentang spa…

Tahun 2013 memang menggila. Alhamdulillah begitu banyak kemudahan dalam business, hampir setiap bulan saya keluar kota dan setiap dua bulan sekali ke luar negeri. Untuk orang kampung seperti saya, tentu sebuah pencapaian luar biasa. Sangat bersyukur kawan…

Semua berawal dari hal sederhana, rubah mindset. Sejak timeline therapy seperti saya tulis sebelumnya. Kini saya memiliki garis karir dan pencapaian yang jelas. Mau seperti apa sih saya kedepannya. Pencapaian mingguan, bulanan, tahunan, hingga pencapaian tiap 5 tahun tertulis jelas. Kapan, apa, dan seperti apa, semua tertulis detail. Satu persatu Alhamdulillah tercapai, bagai memiliki jalur rel, satu persatu stasiun kita lalui dan on track. Minimalisir bias kehidupan. Keseharian pun lebih happy. Teringat pesan life coach beberapa waktu lalu di Inna Garuda tentang problematika ketidak bahagiaan seseorang biasanya disebabkan oleh 3 hal.

Pertama, selalu terngiang masa lalu. Ya, masa lalu adalah masa yang paling jauh dari kita. Bagaimanapun kita merengkuhnya, ia takkan pernah kembali. Dan itulah saya beberapa waktu lalu. Move on menjadi kata yang paling mudah diucap tapi paling susah untuk dilaksanakan. Solusinya? Saya pun butuh intervensi orang lain untuk acak-acak dan format ulang alam bawah sadar. Hasilnya? Ambil masa lalu yang bagus dan erase masa lalu yang hambat kesuksesan. Hidup mesti terus berjalan bukan?

Kedua, selalu khawatir tentang masa depan. Di lain pihak banyak orang yang depresi akan masa depan yang kurang jelas. Anda mengalaminya? Saya mengalaminya! Bagaimana tidak? Saya bukan pegawai dengan pendapatan financial yang jelas. Saya bertaruh dengan masa depan. Nah, tapi ketika saya membuat masa depan yang terencana dan beberapa goal. Alhamdulillah lebih mudah untuk menjalaninya. Laksana semesta menyeru merealisasikan pencapaian-pencapaian kita. Yakinlah, berifkirlah bahwa masa depan kita adalah masa depan penuh gelimangan kesuksesan dan kebahagiaan. Aamiin…

Ketiga, terlalu perduli dengan omongan orang. Sesukses apapun kita pasti ada orang yang tidak suka dan mencibir, apalagi kalo kita tidak sukses, tentu lebih banyak orang yang mencibir. So dimana-mana berlaku hukum yang sama. Pasti ada orang yang akan berbicara kurang sedap tentang kita. Jadi kan evaluasi jika memang baik. Namun biarkan angin lalu jika itu hanya akan menjatuhkan menta untuk sukses.Sukses atau tidak sukses selalu ada cibiran. So mau pilih yang mana? Tergantung pilihan kawan-kawan.

Selamat beraktivitas. May peace be upon us.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s