Wellcome Street Fighter!

Belalang Tempur

Belalang Tempur

Move On! Kata simple sarat makna yang mudah diucapkan namun perlu berdarah-darah untuk dilaksanakan. Bukan hanya dalam hal pribadi. Terkadang terkait benda-benda historis bagian dari masa lalu. Atas nama kenangan lah, atau lebih logisnya karena “sayang”. Sering saya melihat seseorang yang sebenarnya berkecukupan tapi memakai T-shirt lusuh nan hiasan lobang-lobang. Bukan karena sengaja mengikuti style, tapi murni lubang efek terlalu sering di pakai. Duh! Baju kesayangan ceritanya.

Saya sendiri? Hahahaha….harus diakui saya termasuk orang yang susah move on. Dan begitu pula dengan motor kesayangan sejak jaman SMA, HONDA GL Pro Neotech aka Belalang Tempur. Ribuan kenangan melekat, hingga di usianya yang sudah 16 tahun gejala-gejala renta mulai muncul. Dari batuk-batuk kecil, ngadat ga mau jalan, hingga beberapa kali operasi besar turun mesin. Jika di total terlalu sering dan menghabiskan biaya yang tak sedikit. Tapi lagi-lagi atas nama historis saya enggan untuk move on. Ga ah, penting masih jalan.

Awal Mei kolega saya dari Malaysia datang ke Jogja, dan tentu saja beliau banyak stay di Rumah Kayu Mini. Sudah menjadi kuwajiban untuk mengentertain dan mengantar beliau keliling Jogja. Cara paling praktis adalah naik sepeda motor, tentu belalang tempur menjadi  andalan. Blusukan gang-gang sempit atau sekadar menembus kemacetan Jogja di akhir pekan. Hampir seminggu belalang tempur menjalankan tugas. Cukup berat memang, jika di kalkulasi seminggu bisa nembus angka di atas 1000 km hanya dengan keliling Jogja.

Pak Ari, bisa jemput saya…”, telepon dari seberang di malam terakhir beliau di Jogja. Bergegas saya keluarkan belalang tempur. Memanasi motor kemudian menembus Jalan Raya Bantul di gelapnya malam, jam menunjuk pukul 9 malam. Tak ada yang salah, hingga melewati Jembatan Winongo si belalang tempur batuk-batuk kecil. Duh! Perasaan ga enak. Motor tiba-tiba tak bisa di gas. Mogok! Keringat dingin sedikit membasahi. Kolega harus segera di jemput dan motor trouble, sementara mana mungkin ada bengkel buka. Hm langsung saya telpon karyawan untuk susulkan motor. Doh sementara masalah selesai.

Pagi-pagi belalang tempur saya bawa ke bengkel. Harapan cukup 1 – 2 jam bisa selesai. Dugaan saya hanya kabel gas putus. Tapi….ternayata harus turun mesin. Duh, biaya besar lagi. Dongkol juga karena ini sudah ke sekian kalinya. Lebih-lebih selalu bermasalah saat kondisi urgent dan mepet. Hadoohhhh……kudu berfikir jernih ini. Masa iyah hanya gara-gara “sayang” saya harus rogoh kantong dalam-dalam tiap bulan. Mending sekarang rogoh kantong dalam tapi maintenance lebih murah kedepan.

Saya pulang jalan kaki dari bengkel, belalang tempur opname. Sepanjang jalan pikiran kemana-mana. Ganti ga….ganti ga…duh susah banget move on.  Sampai rumah kayu mini saya hanya rebahan, pikiran terus melayang sambil mendengarkan suara gemericik air. Rumah Kayu Mini emang best place untuk menenangkan pikiran. Sesekali buka mata, browsing artikel otomotif melalui Samsung Galaxy Note 2.

Blogwalking, mampir ke beberapa halaman blog bahas raja jalanan. Galau…saya memang penyuka Naked Bike, opsi jatuh ke Kawasaki Ninja Z250 atau HONDA CB150R. Duh dilema, Z250 gahar habis tapi saya harus merogoh kocek super dalam, sementara saya masih ada agenda bangun Rumah Kayu Mini II untuk melengkapi obsesi memiliki Small Cottage. Dari segi CC pun hampir 2 kali lipat dari Street Fighter. Tentu akan menjadi boros jika digunakan untuk harian. Aih, sudah hampir move on tapi terjebak antara 2 pilihan.

Kenanga baru bersama Belalang Tempur II

Kenangan baru bersama Belalang Tempur II

Akhirnya logis yang bicara. Whatsapp ponakan minta antar ke dealer sore itu juga. Ada perasaan lega, namun gamang. Saat belalang tempur di Rumah Sakit, di Rumah Kayu telah menanti jagoan baru, Street Fighter aka Belalang Tempur II. Dan saat saya menulis ini, kenangan baru 1.500 km sudah kami lalui bersama. Wellcome back my Street Fighter!

Advertisements

One thought on “Wellcome Street Fighter!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s