Step 1 : Memiliki Penghasilan

Financial Planning

Akhir-akhir ini saya tertarik dengan financial planning. So pasti, semakin bertambah usia wajib untuk lebih bijak terhadap keuangan. Terlebih saya tak mau seumur hidup bekerja untuk mencari uang, boleh donk punya cita-cita uang yang gantian bekerja untuk kita. Bukan begitu kawan?

Googling dan sedikit blog walking akhirnya singgah di official website QM Financial. Buh, ciamik juga, karena ada tools untuk quick check up kesehatan financial kita. Makin dah mata terbelalak, hahaha…penghasilan selama ini kemana ajah ya, berasa super duper kurang bijak dalam mengelola keuangan.

Mengapa financial planning?

Saya memiliki mitra bisnis seorang exportir yang telah memasuki usia lima puluhan. Dari pernikahan pertama (cerai) di karuniai seorang anak yang duduk di bangku kuliah. Sedangkan dari pernikahan kedua, saat ini dikaruniai 2 orang puteri dan 1 orang putra. Putri pertama baru saja masuk sekolah menengah, putri kedua sekolah dasar, dan si bungsu belum genap lima tahun.

So yang menjadi masalah apa? Krisis Eropa cukup berimbas terhadap export. Dari minimal sebulan sekali export 1 container 40 feet, dalam catatan yang saya buat hanya 1 container dalam jangka 6 bulan ini, itu pun hanya 20 feet. Tentu omset turun bak terjungkal-jungkal, biaya overhead tinggi, dapur pun bisa padam tak lagi mengepul. Lebih miris harus menanggung cicilan bank, biaya kuliah, bersamaan anak gadisnya masuk sekolah menengah. Oh ya, tak lupa biaya pendidikan sekolah dasar yang notabene tak lagi murah.

Pusinglah dia, usia 50an dimana seharusnya persiapan menjelang pensiuan, harus genjot keuangan kembali. Tentu power sudah tak sekuat jaman muda. Sementara tak ada keahlian lain selain bisnis export. Duh! Tabungan? Ternyata tak ada. Rumah pun masih ikut mertua. Lalu kemana penghasilan selama ini? Menguap tanpa bekas, termakan biaya dan gaya hidup. Miris bukan?

Jika lebih cermat lagi, ternyata masih banyak kasus-kasus serupa. Usia 40-an, kemana-mana naik mobil, nongkrong di penjual kopi secangkir seharga 40rb-an, tapi….rumah ajah belum punya, tabungan ga ada, selalu kelabakan jika kontrak rumah hampir habis. Belum tekanan jika anak butuh jajan atau ada keluarga yang sakit. Duh duh duh…bakal berat bakalan. Belajar dari realita itulah saya sedikit tergelitik. Bukan saatnya lagi saya membelanjakan semua penghasilan, tapi mulai memikirkan hal lain, perencanaan keuangan.

Bicara tentang perencanaan keuangan tak lepas dari Ligwina Hananto, owner dari QM Financial. Beliau mengupas cantik tentang fenomena kelas menengah di Indonesia. Mengapa kelas menengah? Ya karena jumlahnya sangat besar di Indonesia. Amati saja bandara sekarang penuh sesak macam terminal, ini menandakan kebangkitan masyarakat Indonesia. Dan di bukunya tersebut di jelas kan 100 Langkah  Untuk Tidak Miskin yang akan saya review secara bersambung.

Step 1 : Memiliki Penghasilan

Small step tapi begitu berat bagi sebagian orang. Ya, memiliki penghasilan. Ini adalah langkah pertama dan utama untuk tidak miskin. Tanpa sumber penghasilan bagaimana bisa mendapatkan uang? So selamat bagi Anda yang sudah memiliki penghasilan. Untuk yang belum memiliki penghasilan, berikut ulasan mengenai 5 profesi mahal yang layak ditekuni sebagai pilihan karir yang di tulis oleh blogger ternama, Yodhia Antariksa.

Step 2 : klik disini

#may peace be upon us

 

Advertisements

5 thoughts on “Step 1 : Memiliki Penghasilan

    1. Aree Post author

      Haha….comming soon step 2, udah di draft kurang nambahin dikit ^^ oh jelas kalo soal itu…. Kamu ajah udah mau buntut 2…

      Reply
  1. Pingback: Step 2 : Memisahkan Pengeluaran Bulanan Dengan Pengeluaran Mingguan | Counting Down

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s