Selftalk : Turning Pain Into Success

sukses

Turning pain into success….

Sepenggal kalimat yang begitu terngiang di telinga melalui headset. Segelas teh panas, pisang goreng, dan video motivasi pagi dari tayangan youtube. Hujan masih menghiasi penghujung tahun di bulan Desember. Dan saya kembali menulis, setelah sekian lama vakum…hahahaha…

Tahun 2013 berjalan begitu cepat….banyak cerita kesuksesan…tapi ta pelak juga sederetan kegagalan. Tapi itulah menariknya kehidupan bukan? Beriak-riak nan menyenangkan… Terkadang terbang tinggi…kadang remuk redam menghujam. Tapi saya bukan tipe yang mudah menyerah kawan. Rubah sakit menjadi energy kesuksesan. Aamiin…

Sepanjang tahun banyak yang saya pelajari kawan, belajar legowo atas target-target yang tak tercapaikan (bukan menyerah, tapi hanya tertunda di 2014 kelak). Dan belajar bersyukur atas nikmat kesuksesan yang sebelumnya sayapun tak membayangkan. Namun satu yang saya garis bawahi, ilmu bisnis saya masih terlalu muda…sangat muda…dan diluaran sana banyak pelaku bisnis dengan aneka warna karekter dan watak. Bijaklah kawan…. #selftalk

“Pak Ari, yang paling mahal dari sebuah bisnis adalah ide. Jangan sekali-kali bersikap terlalu open. Pak Ari sendiri yang bakal merugi….”

Saya hanya mangguk-mangguk, menyeruput Cendol di seputaran Shah Alam yang membuat serasa berada di Indonesia. Cukup segar, sedari pagi lelah perjalanan dari Malaka menuju Kuala Lumpur. Dan pertemuan bisnis masih satu jam lagi. Waktu yang cukup bagi beliau untuk mengisi ilmu bisnis saya yang “empty”.

“Saya ada kolega, pebisnis besar ikan koi, jaringan bisnis dia international…. Hebatnya dia bisa customize pattern ikan koi. Pak Ari mau apa? Di tubuh ikan bertuliskan AREE….bisa! Mau pesan warna? Bisa!  Tapi tak sekalipun dia ajak buyer untuk mengunjungi kolam. Cukup bertemu di hotel bawa foto, nego harga, dan pesanan diantar ke Negara pemesan. Simple. Dia ingin KEEP SACRET. Itu yang mahal dari bisnis. Saya pernah sekali diajak visit kolam. Wow…dikelilingi tembok tinggi penuh kamera pengintai, bahkan ada anjing penjaga yang dilatih khusus seperti militer di Amerika. Siapapun nak enap-enap mencuri….terkam. Dan anjing itu dilatih untuk membunuh…bukan sekadar melumpuhkan. Maknanya apa Pak Ari, jangan sampai information itu keluar. So lepas ini kita ada meeting dengan buyer. Saya minta Pak Ari cukup diam, berbicara jika perlu. Saya tahu Pak Ari faham bisnis ini karena lazim di Indonesia, tapi berbeza di Malaysia. Dan information ini yang expensive….”

Enam bulan berlalu….. Saya menemukan mitra bisnis baru. Sekilas orangnya baik…apalagi ada rekomendasi kawan. Kami pun setuju untuk bermitra, saya memegang hak exclusive pemasaran online. Saya tahu financial beliau sedang berantakan. Itu mengapa saya bilang, OK. Tanpa oret-oret kerjasama. Karena mitra, investasi pun saya keluarkan. Sebulan berjalan menunjukkan kenaikan omset. Saya pun terbuka dengan ide-ide dan hasil research yang saya lakukan. Dan bodohnya FREE…..!!!! Konsep saya diadopsi. Membuat clone based on my ideas. Shit!!! Saya marah. Marah pada diri saya sendiri yang bodoh. Dan saya berjanji…suatu saat saya akan membuat yang jauh lebih bagus dari bisnis yang dia miliki. Turning pain into success….

#may peace upon us

Advertisements

2 thoughts on “Selftalk : Turning Pain Into Success

  1. Pingback: Wellcome Back! | Counting Down

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s