Tag Archives: Mari

Adakah orang tua durhaka kepada anaknya?

Saya sedikit tergelitik dengan sebuah artikel lama ketika blog walking malam ini. Diantara malam nan sahdu oleh gerimis hujan dan secangkir cokelat hangat saya mencoba untuk mencerna, memahami, dan mengaitkan dengan kejadian-kejadian di lingkungan saya sendiri. Sebuah judul yang cukup menarik bukan? Bahkan bisa menimbulkan kontroversi saya rasa.

Sejak kecil kita di cekoki dengan dongeng tentang kutukan anak yang durhaka. Bahkan saya yakin dongeng itu terus terngiang dalam diri kita, larut dalam alam bawah sadar. Tentang anak yang dikutuk menjadi batu, atau tiba-tiba berubah menjadi hewan selepas berlaku kasar kepada kedua orang tuanya. Tak jarang pula kita mencap durhaka kepada anak yang tidak berperilaku sesuai dengan keinginan. Namun pernahkah berfikir mengapa mereka berperilaku demikian? Sudah benarkah kita dalam mendidik mereka? Anak durhaka kepada kita, atau justru kita sendiri yang durhaka terhadap mereka? Mari kita renungi bersama-sama melalui artikel berikut yang saya repost sebagaimana aslinya. Continue reading

Advertisements

Defrag Kehidupan di Bulan Ramadhan

Seiring bergulirnya waktu, tak terasa sudah memasuki penghujung bulan Ramadhan. Seiring bergulirnya waktu, shaff-shaff di masjid pun kian “maju”. Astaghfirullah…sudah berapa banyak tarawih yang terlewatkan? Sudah berapa banyak lembaran-lembaran juzz yang tertinggalkan? Sudah berapa banyak puasa yang tinggal hanya senilai dahaga?

Entahlah, begitu banyak yang harus di defrag di penghujung Ramadhan. Dan Alloh punya segudang cara untuk mengingatkan hamba-Nya, dari yang paling halus hingga yang paling nyata.

Sepuluh hari pertama bulan Ramadhan…

Alhamdulillah melaluinya dengan bagus. Terbiasa bangun tengah malam kemudian absen langit. Buka-buka kulkas cari bahan makanan dan masak sendiri seperti biasa. Niatan awal memang sebulan full kerja dan fokus pada ibadah. Tarawih jamaah di mesjid dan lanjut tadarus bersama hingga larut malam. Begitu ikhlas dan tenang…. Continue reading