Tag Archives: Seohyun

Gadget

Setelah seminggu libur dan sejenak menon-aktifkan semua gadget, akhirnya hari ini kembali aktif bekerja. Di awali dengan memenuhi undangan makan siang sekaligus halal bi halal kawan-kawan sewaktu masih di Hoshizora¬†(thanx atas double sirloinnya ^^) kemudian mengunjungi bank untuk memenuhi kuwajiban. Hehehe…. ^^

Sore kembali saya mengunjungi kantor Hoshizora, berhubung ada kawan lama nan jauh di Cikarang yang ingin mendaftar sebagai kakak bintang dan memberikan beasiswa (ops..padahal karena pengen copy koleksi film ajah, koleksinya buanyak lho...). Seperti biasa saat dulu saya aktif disana, beli 2 box mini cornetto buat oleh-oleh. Ga enak kan kalo cuman copy film ajah… ^^

Sampai kantor Hoshizora sedikit terkejut juga, taman yang dulu saya rawat baik-baik kini gersang, rumput gajah mati (iks…untung ikan koleksiku dulu masih hidup). Harap maklum, dulu saya yang merancang gedung kantor itu, membangunnya, kemudian membuat taman kecil di depan kantor. Tiap pagi dan sore selalu rajin menyiram air, merawat sepenuh hati…hingga mungkin banyak yang menyangka saya tukang kebun ^^

Lalu yang menarik apa? Gadget…yah gadget. Dulu saat saya aktif sebagai manager Hoshizora Education Center sempet ada wacana untuk menggunakan smartphone untuk memudahkan kerja. Dari survey adik bintang (adik penerima mahasiswa) yang meliputi kemudahan pengambilan gambar hingga sharing data pekerjaan. Namun kendala saat itu smartphone yang masih mahal… (waktu itu masih diatas 6,5 jt-an). Namun seiring bergulirnya waktu keinginan itu terwujud sejalan makin murahnya harga smarphone, khususnya ber operating system android. Continue reading

Advertisements

Kaya harus “siap” kaya

Masih dalam episode silaturahim lebaran. H+3 kemaren diajak salah satu sahabat pengusaha muda untuk makan siang. Ya sekaligus silaturahim dan maaf-maafan. Meluncur berdua ke arah utara Jogja mencoba kuliner baru khas menu sambal. Berhubung lama tak bertemu, begitu banyak yang di ceritakan. Dari bisnis, aktivitas selama Ramadhan, hingga success story kawan-kawan.

Siapa yang ga senang mendengar cerita kawan-kawan yang telah sukses. Omzet yang nembus nilai sekian sekian..beli rumah…bangun tanah dan bla bla bla… Wait?! Benarkah senang mendengarnya? Ternyata ga selalu lho… Success story bisa menjadi pisau bermata dua. Dapat ¬†menjadi inspirasi jika diceritakan secara tepat kepada orang yang tepat dan oleh orang yang tepat. Namun akan justru menyakiti hati dan membuat orang lain iri / dengki jika di sampaikan secara kurang tepat.

Singkat cerita, Continue reading